TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kelurahan Pondok Jagung sukses menyelenggarakan rapat koordinasi kelurahan (Rakorkel) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Acara dibuka secara resmi dan diawali dengan khidmat melalui prosesi menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars PKK.
Dalam sambutan pembuka, perwakilan Kelurahan Pondok Jagung, Ibu Wulandari, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Lurah dan Sekretaris Kelurahan (Sekel) karena adanya agenda kedinasan lain yang mendesak. Beliau berharap seluruh materi yang disampaikan dalam Rakorkel ini dapat diserap dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan lingkungan di wilayah Pondok Jagung.
Ketua TP Posyandu Kelurahan Pondok Jagung, Ibu Astiah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali Rakorkel yang sempat tertunda hampir tiga bulan. Beliau memberikan penekanan khusus terkait arah kebijakan posyandu ke depan.
"Saat ini seluruh posyandu diwajibkan bertransformasi menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Di Pondok Jagung, langkah strategis ini kami lakukan secara bertahap, dimulai dari Posyandu Selada yang menjadi percontohan dan diharapkan segera diikuti oleh posyandu-posyandu lainnya," jelas Ibu Astiah.
Ibu Astiah juga menyampaikan apresiasi dan selamat atas capaian prestasi di tingkat wilayah:
- Posyandu Selada: Ucapan terima kasih atas suksesnya pelaksanaan penilaian Lomba Posyandu 6 SPM yang berjalan dengan baik, serta telah mewakili presentasi di tingkat Provinsi Banten.
- Posyandu Kubis & Ibu Irene: Apresiasi tertinggi atas keberhasilan memenangkan Lomba Posyandu dan predikat Kader Berprestasi.
Lebih lanjut, Ibu Astiah mengingatkan para kader untuk tertib mendokumentasikan setiap kegiatan di seluruh bidang. Mengingat posyandu kini telah sah menjadi Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dengan posisi kader yang setara dengan pengurus RT, koordinasi yang kuat antarkedua lembaga ini menjadi kunci utama. Di akhir sambutannya, beliau meminta para anggota PKK untuk tetap tinggal setelah rapat guna melengkapi laporan administrasi selama enam bulan terakhir, serta terus menjaga kekompakan dan keharmonisan di masing-masing posyandu.
Agenda inti Rakorkel dilanjutkan dengan pemaparan materi kesehatan oleh dr. Rani yang mewakili Kepala Puskesmas, dr. Ratu. Dalam laporannya, dr. Rani menyampaikan perkembangan data kesehatan terbaru serta program strategis Puskesmas Pondok Jagung:
- Binaan Wilayah (Binwil): Terjadi perubahan dokter koordinator untuk wilayah RW 09 sampai RW 13, yang kini resmi diamanahkan kepada drg. Fitri.
- Status Penyakit Menular: Kabar baik bagi wilayah Pondok Jagung karena tidak ditemukan adanya kasus baru DBD dan TB, sehingga target capaian RW Bebas Jentik dan RW Bebas TB telah berhasil terpenuhi.
- Skrining TB & Jiwa: Pemerintah akan menggelar Skrining TB (ACF) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Jiwa dan Raga (CKG) mulai bulan Agustus hingga November 2026. Pelaksanaannya di Pondok Jagung akan dibagi ke dalam 4 titik, di mana titik pertama akan dimulai pada 31 Agustus 2026.
- Data Gizi dan Ibu Hamil: Tercatat ada 2 kasus lama stunting yang terus dipantau, serta 3 kasus baru gizi kurang. Untuk ibu hamil, tidak ditemukan kasus baru bumil anemia. Namun, terdapat 2 kasus baru Bumil KEK (Kekurangan Energi Kronis) di wilayah RW 01 dan RW 08, ditambah 4 kasus lama yang masih dalam penanganan. Hasil pemantauan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menunjukkan tren positif dengan adanya peningkatan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada sasaran.
- Indikator Posyandu: Cakupan penimbangan (D/S) di seluruh posyandu dinyatakan telah mencapai target, dan angka kenaikan berat badan (N/D) sudah menunjukkan grafik peningkatan. Posyandu untuk usia dewasa, lansia, dan remaja juga dilaporkan telah terlaksana sesuai dengan jadwal imunisasi rutin.
- Kebijakan Layanan ANC: Diinformasikan bahwa pelayanan Antenatal Care (ANC) untuk ibu hamil secara bertahap akan dialihkan dari posyandu. Per Oktober 2026, pelayanan ANC secara resmi tidak lagi tersedia di posyandu dan diarahkan langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Sosialisasi Kanker Serviks & Inovasi "JELITA"
Dokter Rani juga memberikan edukasi mengenai bahaya kanker serviks yang merupakan keganasan pada jaringan leher rahim akibat virus Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Kanker ini menjadi jenis kanker kedua yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Guna menekan angka kasus tersebut, Puskesmas Pondok Jagung meluncurkan inovasi JELITA (Jejaring Layanan IVA Terpadu) dengan sasaran Wanita Usia Subur (WUS). Layanan ini dijadwalkan rutin 2 kali sebulan, tepatnya pada hari Rabu di minggu ke-1 dan minggu ke-3.
Di akhir paparan, dr. Rani mengajak seluruh elemen lintas sektor di Kelurahan Pondok Jagung untuk mengambil peran aktif:
- Penanganan DBD: Menggalakkan edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (1R1J).
- Penanggulangan TB: Memotivasi penderita TB agar meminum obat secara rutin tanpa putus, serta segera mengarahkan warga yang dicurigai bergejala TB untuk melakukan pemeriksaan dahak.
- Masalah Gizi: Mengawal ketat pemberian PMT, memastikan asupan MPASI berbasis protein hewani, serta aktif mengarahkan pasien anak yang membutuhkan penanganan gizi ke dalam program Pita Girang (Pemberian Vitamin dan Gizi Seimbang).
Melalui sinergi erat lintas sektor dalam Rakorkel ini, Kelurahan Pondok Jagung berkomitmen penuh untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, berprestasi, dan tanggap terhadap kualitas kesehatan warganya.