SERPONG UTARA – Pemerintah Kecamatan Serpong Utara sukses menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Tribulan Ke-3 bertempat di Aula Kelurahan Pondok Jagung pada Selasa, 1 September 2026. Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran DPRD Kota Tangerang Selatan, Camat, Kepala Puskesmas se-Kecamatan Serpong Utara, serta perwakilan kader dan staf kelurahan guna mengevaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan dan isu lingkungan terkini.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan sambutan penting dari Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, H. Edy Mamat. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan dari Gubernur terkait krusialnya sektor kesehatan, di mana capaian Cek Kesehatan Jiwa dan Raga (CKG) di Provinsi Banten saat ini telah menyentuh angka 65%.
"Kesehatan adalah hal utama. Saya berpesan kepada Kepala Puskesmas agar seluruh staf puskesmas wajib bersikap ramah dalam melayani pasien. Semua program pemerintah, khususnya kesehatan, harus dilakukan dengan sistem jemput bola ke masyarakat. Selain itu, kami juga mendorong agar lahan RSUD Serpong Utara dapat terus dikembangkan ke depannya," tegas H. Edy Mamat.
Senada dengan hal tersebut, Camat Serpong Utara, Bapak Ma’mun, S.Pd., MM, menekankan bahwa urusan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh lintas sektor, bukan hanya puskesmas. Beliau mengapresiasi keaktifan kader Jumantik yang berkolaborasi dengan program Ngider Sehat melalui kunjungan rumah.
"Saat ini kasus TBC masih menjadi tantangan di wilayah Serut, sementara untuk stunting tercatat paling rendah. Urusan TBC dan kesehatan adalah tanggung jawab kolektif. Puskesmas sudah memfasilitasi, namun dukungan penuh dari Lurah, Ketua RW, dan RT sangat krusial," ujar Camat Ma'mun. Beliau juga mengingatkan jajarannya terkait kondisi darurat sampah dan aktivitas pembakaran sampah yang marak. "Jadikan lokmin ini momentum evaluasi total. Saya juga menegaskan agar pada lokmin triwulan berikutnya, seluruh Lurah wajib hadir secara fisik."
Pemaparan Capaian Kesehatan dan Inovasi Puskesmas
Kepala Puskesmas Pondok Jagung, dr. Ratu Wulandari, memaparkan detail peta pelayanan kesehatan di bawah 3 Puskesmas se-Kecamatan Serpong Utara (PKM Pondok Jagung, PKM Paku Alam, dan PKM Pondok Jagung Timur/Lengkong Karya). Hingga Juli 2026, target 12 SPM secara umum telah mencapai rata-rata 58,3%, kecuali indikator pelayanan orang terduga TBC yang masih di bawah target.
"Kecamatan Serpong Utara memiliki sasaran 2.400 orang yang akan diperiksa terduga TB. Kami optimis target ini akan terkejar melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) yang terintegrasi dengan CKG dari bulan Agustus hingga November 2026," jelas dr. Ratu.
Dalam paparan tersebut, dijabarkan pula perbedaan operasional di mana PKM Paku Alam dan PKM Lengkong Karya beroperasi pukul 07.30 - 14.00 WIB, sedangkan PKM Pondok Jagung berstatus 24 jam (PKM PPHS) yang mengampu 2 kelurahan, 33 RW, 138 RT, 27 posyandu, dan 159 kader.
Terkait status gizi, dr. Ratu menyampaikan kabar baik bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) nihil (0 kasus) di Serpong Utara. Seluruh ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) di 7 kelurahan telah mendapatkan PMT selama 120 hari dengan hasil kelulusan 100% (LiLA dan IMT naik). Kasus stunting yang tersisa merupakan kasus lama yang sudah diintervensi. Namun, kasus gizi buruk dan gizi kurang masih ditemukan di wilayah kerja PKM Paku Alam dan PKM Lengkong Karya.
Di sektor Penyakit Tidak Menular (PTM), data akumulasi mencatat angka Hipertensi (HT) tertinggi berada di PKM Paku Alam (2.927 kasus) disusul PKM Pondok Jagung (1.980 kasus), serta Diabetes Melitus (DM) di Pondok Jagung sebanyak 529 kasus. Kasus ODGJ ditemukan di tiap kelurahan dan jika berlanjut akan dirujuk ke RS Marzuki Mahdi. Untuk kasus DBD terdata di Pondok Jagung (2), Pondok Jagung Timur (2), Lengkong Karya (2), dan Jelupang (2), dengan total capaian RW Bebas Jentik kecamatan sudah memenuhi target 60%. dr. Ratu juga mengingatkan aturan hukum dan undang-undang yang melarang keras pembakaran sampah karena memicu lonjakan kasus ISPA.
Sesi Diskusi dan Tindak Lanjut Masalah Wilayah
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan mengangkat tiga permasalahan krusial dari perwakilan wilayah:
  1. Ibu Leny (Pondok Jagung Timur): Mengeluhkan aktivitas pembakaran sampah masif di RW 04 yang dilakukan pukul 03.00 subuh. Edukasi persuasif telah dilakukan 4 kali namun belum direspons RW, sementara warga sudah ada yang terkena ISPA bahkan meninggal dunia.
    • Jawaban: Pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait untuk melakukan penindakan langsung dipimpin oleh Pak Camat.
  2. Pak Subhan (Paku Jaya): Melaporkan adanya pengepul yang membakar sampah non-rumah tangga serta pembakaran lahan kosong milik JRP.
    • Jawaban: Solusi ke depan adalah memperkuat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta menginstruksikan para RW agar tegas melarang dan tidak mendukung pembakaran sampah di lingkungannya.
  3. Staf Kelurahan Pondok Jagung: Menanyakan langkah yang harus diambil kelurahan terkait adanya ODGJ meresahkan di RW tertentu yang membawa senjata tajam (parang), sementara rujukan ke Dinsos dan Puskesmas terhambat karena kapasitas tempat penuh.
    • Jawaban: Menanggapi hal darurat ini, H. Edy Mamat selaku dewan berpesan agar pihak kelurahan melakukan verifikasi faktual terlebih dahulu di lapangan guna memastikan apakah statusnya benar-benar ODGJ atau merupakan tindakan kriminalitas (orang jahat) agar penanganannya tepat sasaran.
Menutup kegiatan, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Fitri Oryza, menegaskan dukungan penuh Dinkes terhadap eliminasi TBC dan pencapaian target CKG di Serpong Utara. Pelaksanaan ACF skrining TBC yang terintegrasi CKG akan dilakukan secara bergantian di puskesmas se-kecamatan sesuai jadwal.
"Fokus utama kita adalah CKG dan TBC. Target Provinsi Banten adalah eliminasi total TB pada tahun 2030, sehingga ke depan tidak ada lagi pasien TB di Kota Tangerang Selatan. Upaya ini membutuhkan effort besar dan komitmen penuh, tidak hanya dari puskesmas dan kecamatan, tetapi juga dukungan penuh dari lembaga Dewan," pungkas dr. Fitri.

  All Categories