TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kecamatan Serpong Utara menggelar Lokakarya Mini Triwulan I Tahun 2026 di Aula Kelurahan Pakujaya pada Rabu, 11 Maret 2026. Pertemuan lintas sektor ini berfokus pada evaluasi pelayanan kesehatan, penanganan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular di awal tahun.
Acara diawali dengan pembukaan resmi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, disusul dengan pembacaan serta penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh instansi terkait untuk meningkatkan sinergi pelayanan masyarakat.
Apresiasi Program Kesehatan dan Solusi Energi Sampah
Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Piter Abdul Karim, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Ngider Sehat dari Puskesmas yang dinilai sangat membantu masyarakat secara langsung. Di sisi lain, beliau menyoroti penanganan kasus TBC di Tangsel yang cukup rumit serta mendorong terciptanya lebih banyak RW Bebas TB.
"Kami juga sedang mengusahakan program MRF (Material Recovery Facility) untuk mengolah sampah organik dan anorganik menjadi energi. Program ini ditargetkan dimulai pada April hingga Juni mendatang sebagai solusi penuntasan masalah sampah," ujar Piter.
Arahan Camat Serpong Utara: Kamtibmas Jelang Mudik hingga Target RW Bebas Jentik
Camat Serpong Utara, Dahlan, S.Sos., menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan memaparkan kondisi demografis wilayah Serpong Utara yang kini memiliki sekitar 150 ribu penduduk. Terkait isu kesehatan dan lingkungan, Camat Dahlan menetapkan target 60% RW Bebas Jentik dan 20% RW Bebas TB di wilayah Serpong Utara.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Camat Dahlan memberikan instruksi khusus terkait keamanan lingkungan. "Bagi warga yang akan mudik, jaga keamanan dan ketertiban masing-masing. Antisipasi juga warga pendatang baru setelah lebaran, minimal wajib lapor ke RT/RW setempat sesuai aturan yang berlaku," tegasnya. Beliau juga meminta sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan digalakkan kembali dengan sikap tegas tanpa toleransi terhadap pelaku.
Capaian Kesehatan dan Sosialisasi Penyakit HFMD
Kepala Puskesmas Paku Alam, dr. Adji, memaparkan kabar baik bahwa tidak ada kasus kematian ibu dan anak di Kecamatan Serpong Utara. Pihak Puskesmas saat ini terus berfokus pada penanganan Ibu Hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis) melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.
Sementara itu, dr. Dwi memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap penyakit HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau Flu Singapura yang rawan menular pada anak-anak. Gejalanya meliputi demam, nyeri menelan, sariawan, serta lesi di telapak tangan dan kaki. Pencegahan utama dilakukan dengan memakai masker dan rajin mencuci tangan.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Dwi mengenalkan layanan Telemedicine di Tangsel, di mana Puskesmas Paku Alam terpilih menjadi salah satu pionir. Melalui inovasi ini, pasien bisa berkonsultasi medis jarak jauh cukup dengan memindai barcode yang tersedia untuk divalidasi oleh admin puskesmas.
Kemudahan Reaktivasi BPJS Kesehatan
Menutup sesi materi, Lola dari Puskesmas Paku Alam menjelaskan mekanisme reaktivasi BPJS Kesehatan (Nasional dan Daerah). Bagi masyarakat dengan kepesertaan desil 1-5 yang ingin mengaktifkan kembali BPJS Nasional, kini prosesnya lebih mudah. Warga cukup membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT, RW, dan Kelurahan, serta resume medis dari Puskesmas/Rumah Sakit. Proses pengaktifan dapat ditangani langsung oleh petugas kelurahan tanpa mengharuskan warga datang ke Kantor Dinas Sosial.

  All Categories