tangerang Selatan – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput, Puskemas Pondok Jagung menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas bagi puluhan kader kesehatan di wilayah Pondok Jagung dan Pondok JAgung Timur pada tanggal 22& 23 Oktober 2025. Pelatihan ini difokuskan pada penguatan peran kader sebagai ujung tombak dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kader dengan keterampilan dasar yang terstandarisasi, mulai dari teknik komunikasi publik, deteksi dini faktor risiko penyakit, hingga penggunaan aplikasi pelaporan digital seperti Aplikasi ASIK (Sehat Indonesiaku).
Transformasi Peran Kader di Era ILP
Kepala Puskesmas , dr Ratu Wulandari dalam arahannya menyampaikan bahwa di tahun 2025 ini, peran kader tidak lagi terbatas pada posyandu balita saja, melainkan mencakup seluruh siklus hidup—mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia.
“Kader adalah mitra strategis kami. Dengan kapasitas yang meningkat, mereka diharapkan mampu melakukan kunjungan rumah secara rutin, memberikan edukasi kesehatan yang akurat, serta memotivasi warga untuk rutin melakukan skrining kesehatan di Posyandu atau Puskesmas,” ujarnya.
Beberapa materi utama yang disampaikan meliputi:
- Keterampilan Dasar Kader: Teknik penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan plotting data pertumbuhan yang akurat untuk pencegahan stunting.
- Skrining Kesehatan: Melakukan pengecekan mandiri untuk penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes menggunakan alat sederhana.
- Kunjungan Rumah: Protokol edukasi dan pemantauan kepatuhan minum obat bagi warga dengan kondisi kesehatan tertentu.

