Status Gizi merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi tujuan pembangunan Indonesia. Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga mandiri sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang optimal. Keadaan gizi dapat dipengaruhi oleh keadaan fisiologi, keadaan ekonomi, social, poltik, dan budaya. Pada saat ini selain dampak dari krisis ekonomi yang masih terasa, juga dampak dari berencana nasional mempengaruhi suatu kesehatan pada umumnya dan status gizi khususnya.
Berat
badan bayi dan balita
merupakan salah satu indikator dalam penilaian status gizi sebagai parameter tercukupi atau
tidaknya nutrisi bayi
dan balita dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan. Gizi kurang
merupakan salah satu masalah gizi utama balita di Indonesia, hal ini ditandai dengan masih tingginya angka
presentase balita gizi kurang yaitu 17,7 % (Riskesdas 2018) dan 17% (SSGI
2021). Sedangkan berdasarkan kab/kota, prevalensi balita gizi kurang di Tangerang
selatan yaitu 12,2% (SSGI 2021). Pada tahun 2022, angka gizi kurang di wilayah
kerja Puskesmas Pondok Jagung terdapat 18 balita.
Balita dengan gizi
kurang perlu mendapatkan intervensi agar tidak berlanjut menjadi gizi buruk
ataupun dampak kronis lainnya yaitu stunting terutama apabila terjadi di 2
tahun pertama. Berat badan bayi atau balita dipengaruhi dari
dua faktor yaitu dari faktor internal seperti asupan gizi dan faktor eksternal
seperti stimulus yang salah
satunya berupa pijat. Pijat adalah suatu
sentuhan yang diberikan pada jaringan lunak yang memberi banyak manfaat baik
bagi anak maupun orang tua. Pijat pada anak berfungsi untuk membantu relaksasi
baik lokal maupun general. Daerah yang dipijat secara refleks akan terjadi
dilatasi pembuluh darah, dimana sirkulasi darah akan meningkat. Sentuhan pada
kulit akan merangsang peredaran darah dan akan menambah energi gelombang
oksigen yang lebih baik. Rasa nyaman akibat pijat akan meningkatkan kualitas
tidur. Pada saat tidur sekitar 80% terjadi pertumbuhan otak dan fisik. Pada
saat itu otak akan memproduksi hormon pertumbuhan. Pijat merangsang hormon
tiroid yang berfungsi pada metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Selain
itu, pijat akan meningkatkan tonus n.vagus membuat kadar enzim penyerapan
gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan menjadi
lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan bayi cepat
lapar. Pijat juga dapat memacu kerja sistem limfoid yang merangsang sistem
kekebalan tubuh, membuat daya tahan tubuh semakin bertambah. Dari serangkaian
proses yang dialami oleh tubuh yang merupakan efek dari pijat, maka pijat dapat
memacu pertumbuhan fisik anak dengan bertambahnya komponen komposisi tubuh seperti
tulang, otot, cairan serta organ-organ tubuh lainnya, sehingga berat badan akan
mengalami peningkatan.
Berdasarkan hal diatas, Pelayanan Gizi bekerjasama dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional membuat inovasi yaitu PITA GIRANG (Pijat Balita Gizi Kurang). Pita Girang di Puskesmas Pondok Jagung sudah berjalan selama 3 tahun. dan sudah banyak dampak nya untuk balita di wilayah kerja Puskesmas Pondok Jagung. Adapun pelaksanaan setiap hari senin sampai sabtu baik dalm dan luar gedung, dalam gedung pada hari senin, rabu dan kamis, dan untuk luar gedung pada hari selasa, jumat dan sabtu.
Hak Cipta © 2026 Kota Tangerang Selatan