
T
ANGERANG SELATAN – Kelurahan Pondok Jagung Timur menggelar
Rapat Koordinasi Kelurahan (Rakorkel) pada Senin,
27 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara aparatur kelurahan, Tim Penggerak PKK, dan UPTD Puskesmas Pondok Jagung dalam mengawal program kesehatan masyarakat dan pemberdayaan lingkungan.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, pembacaan 10 Program Pokok PKK, serta pembacaan doa bersama.
Apresiasi Prestasi Puskesmas dan Pengenalan Mahasiswa KKN
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pondok Jagung Timur, Ibu Leni, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Puskesmas Pondok Jagung atas dedikasi pelayanan mereka kepada warga.
"Minggu lalu Puskesmas Pondok Jagung mendapatkan penghargaan terbaik untuk pelayanan Zona Integritas (ZI). Kami berharap pihak Kelurahan dapat mengimbangi performa dan kekuatan pelayanan tersebut," ujar Ibu Leni.
Selain itu, beliau memperkenalkan santriwati Al-Qur'an yang sedang melaksanakan KKN di RW 05 selama satu bulan, serta menginfokan kehadiran perwakilan dari RW 01, 05, 011, bersama Kader Labuh, Bungur, Ketimun, dan Jagung untuk mengikuti pengarahan terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di aula kelurahan.
Struktur Baru PKK dan Kesiapan Lomba TOGA
Lurah Pondok Jagung Timur sekaligus Ketua TP PKK, Ibu Rosmana, secara resmi memperkenalkan jajaran pengurus TP PKK yang baru. Dalam arahannya, beliau meminta seluruh tim merespons cepat instruksi program dari tingkat provinsi dan tertib melakukan pencatatan kegiatan.
Terkait agenda lingkungan, Ibu Rosmana memberikan instruksi khusus mengenai persiapan lomba Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dijadwalkan pada Juli–Agustus mendatang. Posyandu Bungur, yang saat ini memiliki 14 jenis TOGA, ditunjuk sebagai perwakilan wilayah.
"Saya meminta posyandu lain turut membantu Posyandu Bungur dalam persiapan lomba ini dan berkoordinasi langsung dengan Ibu Hari. Pohon TOGA harus disiapkan di masing-masing posyandu," tegas Lurah Rosmana. Beliau juga mengingatkan pengisian 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di setiap posyandu serta pembuatan Surat Keputusan (SK) per posyandu yang drafnya telah dibantu oleh pihak puskesmas.
Paparan Data Kesehatan dan Kewaspadaan Penyakit oleh Puskesmas
Perwakilan Puskesmas Pondok Jagung, dr. Wati, memaparkan evaluasi mendalam mengenai situasi kesehatan dan peta kerawanan penyakit di wilayah Pondok Jagung Timur:
- Demam Berdarah Dengue (DBD): Ditemukan 4 kasus DBD di RW 02 dan RW 12. Puskesmas menjadwalkan pembentukan RW Bebas Jentik di RW 05 pada Agustus mendatang melalui gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (1R1J). Warga diminta mewaspadai area rawan seperti pot bunga, tatakan dispenser, dan wadah penyimpanan sikat gigi.
- Tuberkulosis (TBC): Tidak ada temuan kasus baru. Kasus lama masih tercatat di RW 11. Puskesmas menargetkan RW 11 dan RW 12 menjadi RW Bebas TB pada tahun 2026 dengan menggalakkan periksa dahak dan motivasi minum obat teratur.
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Kasus stunting lama terdeteksi di RW 01, 02, dan 11, serta 1 kasus lama gizi kurang. Untuk ibu hamil, terdapat kasus lama KEK di RW 01, 02, dan 05, serta 2 kasus baru ibu hamil anemia di RW 02 dan RW 05. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal akan mulai didistribusikan pada Mei mendatang.
- Waspada HFMD (Flu Singapura): Dr. Wati mengingatkan warga mengenai penularan virus HFMD melalui air liur dengan gejala demam, luka di mulut, serta lesi di telapak tangan dan kaki. Pencegahan utama adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Layanan JKN, Kunjungan Rumah, dan Administrasi Kader
Menutup paparannya, dr. Wati mengingatkan perangkat RW untuk mengecek kembali kepesertaan BPJS warga karena adanya penonaktifan massal dari pusat. Bagi para kader yang ingin mengurus perpindahan kepesertaan BPJS, koordinasi dapat dilakukan melalui Ibu Irma atau Ibu Nurul. Puskesmas juga mengonfirmasi bahwa kegiatan pemantauan wilayah melalui Kunjungan Rumah dan program Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) akan kembali digulirkan pada bulan Mei.