[TANGERANG SELATAN] – Sebagai langkah proaktif mencegah lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), tim petugas kesehatan dari [Nama Puskesmas] bersama kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan pemukiman warga rw 02 Kelurahan Pondok Jagung Timur, 16 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengidentifikasi keberadaan larva nyamuk di tempat-tempat yang berpotensi menampung air. Fokus utama pemeriksaan meliputi bak mandi, tempayan, vas bunga, talang air, hingga barang bekas di luar rumah yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Edukasi dan "Gerebek Jentik"
Dalam aksi ini, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik menggunakan senter untuk memantau keberadaan jentik, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai gerakan 3M Plus.
- Menguras: Membersihkan penampungan air secara rutin.
- Menutup: Memastikan wadah air tertutup rapat agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk.
- Mendaur ulang: Memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menampung air hujan.
Kepala Puskesmas dr. ratu Wulandari menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan di sejumlah titik, masih ditemukan beberapa rumah yang positif memiliki jentik nyamuk. "Bagi rumah yang ditemukan jentik, petugas langsung memberikan serbuk larvasida (abate) serta membimbing penghuni rumah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri," ujarnya.
Target Angka Bebas Jentik (ABJ)
Puskesmas menargetkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah tersebut dapat mencapai di atas 95% untuk memastikan lingkungan aman dari risiko penularan DBD. Sinergi antara petugas Puskesmas dan kader kesehatan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setiap hari, bukan hanya saat ada petugas yang datang.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke kader atau Puskesmas jika menemukan indikasi peningkatan populasi nyamuk atau adanya warga yang menunjukkan gejala demam tinggi mencurigakan.
[NAMA KOTA/KABUPATEN] – Sebagai langkah proaktif mencegah lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), tim petugas kesehatan dari [Nama Puskesmas] bersama kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan pemukiman warga [Sebutkan Nama Kelurahan/Desa], [Sebutkan Tanggal].
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mengidentifikasi keberadaan larva nyamuk di tempat-tempat yang berpotensi menampung air. Fokus utama pemeriksaan meliputi bak mandi, tempayan, vas bunga, talang air, hingga barang bekas di luar rumah yang dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Edukasi dan "Gerebek Jentik"
Dalam aksi ini, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik menggunakan senter untuk memantau keberadaan jentik, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai gerakan 3M Plus.
- Menguras: Membersihkan penampungan air secara rutin.
- Menutup: Memastikan wadah air tertutup rapat agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk.
- Mendaur ulang: Memanfaatkan kembali barang bekas agar tidak menampung air hujan.
Kepala Puskesmas [Sebutkan Nama] menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan di sejumlah titik, masih ditemukan beberapa rumah yang positif memiliki jentik nyamuk. "Bagi rumah yang ditemukan jentik, petugas langsung memberikan serbuk larvasida (abate) serta membimbing penghuni rumah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri," ujarnya.
Target Angka Bebas Jentik (ABJ)
Puskesmas menargetkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah tersebut dapat mencapai di atas 95% untuk memastikan lingkungan aman dari risiko penularan DBD. Sinergi antara petugas Puskesmas dan kader kesehatan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan setiap hari, bukan hanya saat ada petugas yang datang.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke kader atau Puskesmas jika menemukan indikasi peningkatan populasi nyamuk atau adanya warga yang menunjukkan gejala demam tinggi mencurigakan.
